“masa lalu yang terlupakan”

ilustration

Sering kita mendengar sebuah kalimat bahwa “manusia selalu berubah”. Entah itu berubah menjadi baik ataupun sebaliknya. Tetapi ada satu hal yang tidak pernah berubah dari bagian hidup manusia yaitu “masa lalu”. Dia tidak pernah berubah artinya apapun yang kita lakukan sekarang jika masa lalu kita adalah sebuah “kesalahan” maka tetap tidak bisa dipungkiri kalau hal itu akan tetap menjadi sebuah kesalahan. Namun yang menjadi permasalahan adalah jarang sekali orang yang benar-benar bisa memahami bahwa banyak sekali kesalahan yang kita perbuat dimasa lalu. Logika berpikir, kita seolah tidak mampu menjangkau untuk mengevaluasinya. karena seketika itu juga sebagai manusia harus dihadapkan pada masalah-masalah yang terjadi sekarang maupun masalah tentang masa depan. Jadi sedikit sekali porsi untuk masa lalu dan tak jarang kita menjadi manusia “bodoh kuadrat dan jahil murokkab” yaitu manusia yang tidak tahu bahwa manusia itu melakukan kesalahan.

Kita semua tahu bahwa setiap kesalahan, mutlak harus dipertanggung jawabkan. Dalam konteks masa lalu ini sadar ataupun tidak apabila masa lalu kita adalah sebuah kesalahan maka ia tetap harus dipertanggung jawabkan pada kehidupan kita selanjutnya. Agar lebih mudah mencerna saya coba berikan contoh. Tentang “selingkuh” misalnya, jika dimasa lalu kita berselingkuh lalu saat ini kita sudah taubat untuk setia mencintai satu orang saja, bukan berarti kita selesai sampai disitu karena atas asumsi bahwa setiap kesalahan harus dipertanggung jawabkan maka bisa saja ujian pertama menjadi orang yang setia adalah “diselingkuhi”. Termasuk orang yang beruntung jika pertanggung jawaban itu datang dalam waktu yang tidak telalu lama, seperti itu tetapi tidak selalu begitu. Seorang peselingkuh di masa lalu boleh jadi pertanggung jawabanya akan datang ketika dia sudah menikah,sudah tua, atau bahkan pertanggung jawaban itu datang kepada anak dan cucu kita yang tidak berdosa sehingga merekalah yang harus menanggung akibat dari dosa-dosa masa lalu kita. Jadi jangan heran jika disekitar kita ada seorang ibu yang baik hati tetapi tetap diselingkuhi suaminya, dan bisa jadi itu adalah kesalahan dimasa lalunya. Ataupun kesialan, kekecewaan, kesedihan yang kita hadapi sekarang ini adalah balasan dari kesalahan yang kita perbuat dari masa lalu yang kita sadari ataupun tidak.


Ada sebagian orang tua yang menasehatkan “mumpung masih muda, dipuas-puasin saja nakalnya”. Bagi yang percaya kata-kata mutiara itu silahkan saja tetapi menurut saya akan semakin banyak pula pertanggung jawaban yang kita hadapi sekarang nanti ataupun entah kapanpun dan dalam keadaan apapun.
Satu contoh selingkuh diatas adalah satu bentuk dari sebagian kecil kesalahan yang ada dalam perjalanan hidup ini. dan pastinya masih banyak sekali bentuk-bentuk kesalahan lain yang kita perbuat kemudian semakin banyak pula orang-orang yang kita sakiti dan kita kecewakan. sehingga alam inipun bisa juga meminta pertanggung jawaban atas kesalahan kita, bencana, wabah penyakit, kelaparan, dsb, mungkin adalah akibat dari kesalahan di masa lalu kita. Kesimpulannya, bahwa sesuatu yang baik bisa berupa kebahagiaan, kesetiaan, kesejahteraan, kasih sayang dll haruslah diperoleh dengan cara yang baik pula. Masa lalu kita selalu mengintai kita untuk meminta pertanggung jawaban.

wallahu a’lam bissowab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s