ORANG TUA BIJAK

orang tua yang bijaksanakisah ini menceritakan sebuah keteladanan dimana orang tua yang bijaksana mengajarkan kepada anaknya tentang makna hidup dari memegang sebuah prinsip dan selalu istiqomah dalam menjalani hidup demi meraih ridho illahi.

syahdan..pada zaman dahulu, ada orang tua yang bijaksana. orang tua itu memiliki seorang anak yang pikirannya selalu berubah-ubah yaitu tidak memiliki pendirian yang teguh karena terlalu banyak mendengar omongan orang lain yang tidak bermanfaat.

pada suatu hari, orang tuanya ingin memberi pelajaran agar anaknya bisa istiqomah dalam pendirian dan pemikiran.dalam suatu perjalanan,orang tuanya menunggang khimar atau keledai sementara anaknya disuruh berjalan di belakang. saat berpapasan dengan serombongan wanita, beberpa diantaranya mencemoohkan kelakuan orang tuannya yang begitu tega membiarkan anaknya berjalan sedangkan dirinya enak-enakan menunggang khimar.

orang tuanya pun turun dan anaknya menaiki khimar tersebut. tak lama kemudian mereka bertemu dengan serombongan laki-laki yang sinis menyatakan bahwa dengan membiarkan anaknya menaiki khimar sementara orang tuannya berjalan kaki maka orang tuanya sama saja dengan tidak mengajari anaknya sopan santun. masa’ anaknya enak-enakan menunggang khimar sedangkan orang tuanya berjalan kaki hingga kelelahan.

kemudian keduanya menunggangi khimar tersebut sampai mereka bertemu dengan sekelompok orang yang peduli dengan binatang. orang-orang tersebut memperingatkan bahwa keduannya telah menyiksa khimar karena beban yang harus di pikul sang khimar sangatlah tidak berbanding. akhirnya mereka turun seraya berjalan di belakang khimar dengan memegangi tali kekangnya.

beberapa saat kemudian tibalah mereka pada kaum yang suka memperolok-olok.mereka berkata “sebaiknya gotong saja agar terhindar dari jalan yang tidak rata”.orang tua bijak itu meskipun tahu bahwa hal itu adalah sesuatu yang bodoh dan tolol tetapi dia tetap saja mengikuti apa-apa yang dikatakan orang yang di temuinya sepanjang perjalanan karena dia ingin mengajarkan dan juga proses menyadarkan anaknya dari sifat labilnya.

dan akhirnya mereka pun menggotongnya, dan keadaan pun menjadi riuh karena orang-orang yang menyaksikan serentak mentertawakan hal bodoh yang di lakukan keduannya. bahkan akhirnya mereka pun di tangkap dan harus meringkuk di tempat perawatan (semacam rumah sakit gila)

akhirnya orang tuanya menerangkan kepada anaknya bahwa” inilah wahai anakku, akibat dari orang yang suka mendengarkan omongan orang lain juga orang yang tidak berbuat kecuali untuk menyenangkan orang lain”

radenfaletehan.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s