Puisi2

dalam kesendirianku…..

Aku berjalan seorang diri menyusuri sebuah mimpi…
Aku bergerak seorang diri menuju sebuah harapan…
Aku melangkahkan kaki seorang diri untuk menggapai cita…
Aku menghentakkan kaki seorang diri untuk mencari ilmu…

Aku sendiri dalam menggapai angan…
Semua itu kulakukan sendiri…

Namun, di dalam perjalanan aku tersadar…
Ada sesuatu yang menyadariku…
Aku tersentak, aku terkejut, dan aku terkoyak…

Sebuah hal abstrak mampu menyadariku…
Tak terlogika menurutku…
Aku pelajari satu demi satu…
Pasti ada sebuah makna yang tersirat ucapku…

Tak kusangka, tak kuduga, ternyata mereka adalah…
* Angin,, selalu mengantar kepergianku, hembusannya mampu membuat hatiku terasa sejuk dan seakan diajak terbang melayang. Aku merasa selalu ditemani oleh-Nya…
* Awan,, perubahan warnanya sebagai peringatan bagiku, baik itu peringatan bagus atau buruk. Aku harus siap akan segala hal yang datang dan pergi dalam hidupku…

Angin dan awan, dua hal yang selalu bersama kemanapun dan kapanpun…

Awan terbang tinggi terbawa angin dan angin membawa awan jauh ke langit tertinggi…

Seperti kuku dan daging yang selalu menempel…
Seperti Romeo dan Juliet yang saling mencintai…
Seperti anak kembar yang selalu bersama…
Seperti roda motor yang tidak dapat dipisahkan…

Begitu erat, begitu dekat, dan begitu lekat…

Aku tersentak dengan hal itu. Ternyata di dalam kesendirianku, aku tidak sungguh-sungguh sendiri tetapi ada yang menemani. Bukan orang tua, teman, sahabat maupun kekasih hati…

Tapi, sebuah hal besar yang selalu mengawasi, melindungi, memberi peringatan, mengasihi, dan menyayangi…

Aku tidak benar-benar sendiri…
Aku selalu ditemani…

Aku lega karena aku tidak sendiri, aku bahagia karena selalu dikasihi, aku terharu karena selalu disayangi, dan aku senang karena selalu ditemani…

“dalam kesendirianku”

Kesendirianku di dalam sebuah perjalanan ternyata banyak memberikan pelajaran…
Aku begitu bersyukur karena telah diberikan saat-saat sendiri dalam hidup ini…

Belajar memahami dan mengetahui sesuatu dapat dilakukan dimana dan kapan saja…
Belajar bukan hanya dari makhluk yang bernyawa saja, melainkan juga dari hal-hal yang tak terlogika namun mampu memberi makna mendalam…

Awan dan angin adalah saksi bisu kesendirianku di dalam sebuah perjalanan…

Di dalam kesendirianku…
Aku memaknai segala hal…

===================================

Indahnya pagi……..

Pagi telah tiba kembali menggantikan malam yang telah pergi, Pagi hari yang tercipta bersama langit dan bumi, hanya Pagi hari yang datang silih berganti
dengan siang, yang memberikan kehangatan dan malam yang memberikan kedamaian.
Sungguh segala puji bagi Engkau Tuhan yang telah menciptakan dan
mengatur segalanya. Tanpa ada keluhan dan rintangan. Tuhan… hadirkan pagi
itu kembali esok hari. Dan aku berharap aku dapat menemukan pagi hari

Aku suka suasana pagi, udara relatif segar, jauh dari hingar bingar
aktifitas manusia, dan sungguh pada awalnya bangun pagi
adalah suatu yang sangat berat, mata masih mengantuk, masih ingin
membaringkan badan dan bermanja di balik selimut.

Tapi setelah sekian waktu berlalu menikmati pagi adalah waktu yang aku
nantikan, walau ketika kembali pagi berarti aku harus memulai aktivitas
lagi. aku menikmati pagi hari karena udara yang segar, tubuh
bugar setelah istirat semalam, fikiran relatif lebih tenang di pagi hari.
Berangkat kerja pagi hari pun lebih nikmat.

“indahnya pagi”

Sebenarnya Setiap mukmin dianjurkan untuk bangun tidur pada pagi hari
sebelum subuh, karena sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah, bahwa saat pagi
hari menjelang subuh itu merupakan saat-saat penuh berkah. Rasulullah
bersabda: Ummatku diberkati Allah (ketika mereka bangun) di pagi hari
(burika liummati fi bukuriha). “Tiap menjelang pagi hari dua malaikat
turun. Yang satu berdoa: “Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang
menginfakkan hartanya tambahan peninggalan.” Malaikat yang satu lagi berdoa:
“Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya
(dibakhilkannya).” (Mutafaq’alaih).

Berkah artinya terkumpulnya kebaikan ilahiah pada seseorang atau sesuatu
atau suatu waktu seperti ter-kumpulnya air di dalam kolam (tajam-mu` al al
khair al Ilahy ka tajammu` al ma fi al birkati). Dalam kehidupan
sehari-hari, berkah artinya ter-dayagunakannya nikmat Tuhan secara optimal.
Orang yang bangun pagi akan memperoleh udara bersih, kesegaran badan, dan
peluang bekerja yang lebih banyak.

Waktu-waktu pagi atau shubuh di pagi hari adalah waktu yang oleh para ulama
dianggap sebagai waktu terbaik untuk mendalami suatu ilmu. Suasana pagi yang
tenang membuat konsentrasi dan kemampuan memahami meningkat. Ibnu Jarir Ath
Thabari, yang mampu menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari selama
empat puluh tahun terakhir masa usianya, melakukan murajaah akan ilmu dan
ide-ide yang akan dituangkan dalam tulisannya di awal-awal shubuh. Lukman
Al-Hakim pun mengingatkan anaknya tentang kemuliaan pagi dan mudahnya akal
menyerap ilmu dengan mengatakan, “Jangan sampai ayam jantan lebih cerdas
darimu. Ia berkokok sebelum fajar, sementara kamu masih mendengkur tidur
hingga matahari terbit, kata orang dulu kita harus bangun pagi biar rejeki
tidak di patok ayam..”

Aku akan menikmati hidup pagi ini, maka aku akan mengucapkan, “Wahai masa
lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku
tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku
termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua,
pergi dan tak pernah kembali lagi.”

Suasana pagi tetaplah penuh dengan kesegaran dan kesejukan. Suasana pagi selalu
membawa harapan bagi diri. Selamat pagi! Aku ingin selalu menyapa pagi dan
menjadikannya momen yang baik untuk memperbaiki diri, dan menggapai sebuah
mimpi diri.

===================================

badai di hatiku….

badai di hatiku hempaskan lenaku
menghantam sudutnya hingga porak-poranda
meluluhlantakkan rindu hingga tak sempat berbuah cinta
meretakkan dinding-dinding hati
di mana di sana kuukir indah wajahmu

badai di hatiku kian menggelora
ketika petikan gitarku tak mampu mengiringi sayatan gemulai biolamu
ketika detik yang terketik untuk syairku terdengar picisan oleh senandungmu

aku melupakan diri
terdengar desah angin lembah
membisikkan getar-getar gairah
api kecintaan untuk dirimu

tergeletak dalam layu dan sosok gersang
terkulai dalam lagu dan kata usang

badai di hatiku hancurkan jiwaku
luruhkan teguhnya hingga erosi
mengikis yakinnya hingga abrasi

aku bersenandung dalam bingung
dengan tembang liriknya bimbang

aku merintih sedih
aku menjerit sakit
aku khilaf lalu kalap
aku menyerah dan kalah

kasih…
lepaskanlah hatiku
dari cintamu yang berkabut

radenfaletehan.wordpress.com

2 comments on “Puisi2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s