ORANG TUA BIJAK

orang tua yang bijaksanakisah ini menceritakan sebuah keteladanan dimana orang tua yang bijaksana mengajarkan kepada anaknya tentang makna hidup dari memegang sebuah prinsip dan selalu istiqomah dalam menjalani hidup demi meraih ridho illahi.

syahdan..pada zaman dahulu, ada orang tua yang bijaksana. orang tua itu memiliki seorang anak yang pikirannya selalu berubah-ubah yaitu tidak memiliki pendirian yang teguh karena terlalu banyak mendengar omongan orang lain yang tidak bermanfaat.
Continue reading

Advertisements

“masa lalu yang terlupakan”

ilustration

Sering kita mendengar sebuah kalimat bahwa “manusia selalu berubah”. Entah itu berubah menjadi baik ataupun sebaliknya. Tetapi ada satu hal yang tidak pernah berubah dari bagian hidup manusia yaitu “masa lalu”. Dia tidak pernah berubah artinya apapun yang kita lakukan sekarang jika masa lalu kita adalah sebuah “kesalahan” maka tetap tidak bisa dipungkiri kalau hal itu akan tetap menjadi sebuah kesalahan. Namun yang menjadi permasalahan adalah jarang sekali orang yang benar-benar bisa memahami bahwa banyak sekali kesalahan yang kita perbuat dimasa lalu. Logika berpikir, kita seolah tidak mampu menjangkau untuk mengevaluasinya. karena seketika itu juga sebagai manusia harus dihadapkan pada masalah-masalah yang terjadi sekarang maupun masalah tentang masa depan. Jadi sedikit sekali porsi untuk masa lalu dan tak jarang kita menjadi manusia “bodoh kuadrat dan jahil murokkab” yaitu manusia yang tidak tahu bahwa manusia itu melakukan kesalahan. Continue reading

coretanku

smile

Bukanlah suatu yang mudah untuk menjadikan keikhlasan sebagai niat disetiap apa yang ingin kita lakukan. terlebih jika itu berkaitan dengan persoalan ibadah, keikhlasan karena Allah SWT.

Kita mampu untuk mengatakan “ ya aku ikhlas” namun belum tentu kata itu benar-benar mengalir dari lubuk hati kita yang paling dalam.
Continue reading

“TAREKAT”

Road to Allah

Tarekat (Bahasa Arab: طرق, transliterasi: Tariqah) berarti “jalan” atau “metode”, dan mengacu pada aliran keagamaan tasawuf atau sufisme dalam Islam. Ia secara konseptual terkait dengan ḥaqīqah atau “kebenaran sejati”, yaitu cita-cita ideal yang ingin dicapai oleh para pelaku aliran tersebut. Seorang penuntut ilmu agama akan memulai pendekatannya dengan mempelajari hukum Islam, yaitu praktik eksoteris atau duniawi Islam, dan kemudian berlanjut pada jalan pendekatan mistis keagamaan yang berbentuk ṭarīqah. Melalui praktik spiritual dan bimbingan seorang pemimpin tarekat, calon penghayat tarekat akan berupaya untuk mencapai ḥaqīqah (hakikat, atau kebenaran hakiki).
Continue reading

التعليمـــات

Uploaded from the Photobucket Android App

radenfaletehan.wordpress.com

    . الا..وان فى الجسد مضغة اذا صلحت صلح الجسد كله واذا فسدت فسد الجسد كله وهى القلب 

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف المرسلين، أما بعد

فإن القلب هو جوهر الحياة في الإنسان، فبحسب حياته وسلامته ونقائه؛ تكون حياة الإنسان وسلامته ونقاؤه، وهذه الحقيقة كما تدل عليها الشواهد الشرعية تقررها النظريات العلمية والفلسفية في سائر المِلل عبر التاريخ.
ومن هنا فإن المسلم الحكيم هو من يفتش عن أسباب صلاح قلبه، وأسباب قوته وعافيته؛ لأنه يدرك أنه متى امتلك قلبًا سليمًا من الآفات؛ فقد امتلك الحياة وامتلك نقاءها وجمالها .

وهذا رسول الله -صلى الله عليه وسلم- بيّن أنّ السلامة والصلاح في الإنسان مرتبطة بصلاح قلبه فيقول: {ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله، ألا وهي: القلب} – الحديث
أخي الكريم: إن قلبك هو مفتاح السعادة والغنى، ووعاء السلامة والهدى، ومصدر القوة والرضى، ولَحرصك على صفائه ونقائه، أهم بكثير من حرصك على الهواء والطعام. فكيف تجعل قلبك سليمًا نابضًا بالإيمان والحياة؟

أولًا: كن صاحب عقيدة.

فتوحيد الله -جلّ وعلا- نور يملأ القلوب، ويبصِّرها، ويقويها، فهو مادة حياته، وأساس قوته وسلامته، ولا حياة للقلب إلا بالإيمان بالله -جلّ وعلا- ذلك الإيمان الذي يصنع الطمأنينة في القلوب، والسكينة في النفوس؛ لأنه يولِّد فيها من التوكل على الله ما تهون أمامها الصِّعاب:وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ – الطلاق : 3، ويولِّد فيها من الثقة بالله، واليقين به ما تزول به الهموم والغموم والأحزان، ويولِّد فيها من البصيرة والهدى ما يجعلها أكثر ثباتًا، وقدرة على مواجهة الصِّعاب، كما قال -تعالى-: مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ – التغابن-.11

Continue reading