“Cinta Dan Sebuah Pengorbanan”

arti sebuah pengorbanan

“Seseorang tidak akan mulia karena apa yang ia miliki, tetapi ia akan mulia karena apa yang ia lakukan untuk orang lain. Dan kamu akan memperoleh hal tersebut dalam indahnya ukhuwah.”

Para Rasul dan Anbiya adalah tauladan terbaik yang telah membuktikan betapa besarnya pengorbanan yang telah mereka lakukan untuk menggapai Ridho Allah. Mereka adalah sosok-sosok pilihan yang selalu memikirkan umatnya. Apa-apa yang telah mereka lakukan ini membuat mereka mulia di dunia dan di akhirat kelak, baik di hadapan manusia terlebih di hadapan Allah.
Continue reading

“Mengenali Jenis dan Karakter Kepribadian Diri Sendiri”

Ada berbagai jenis karakter atau sifat orang, itu secara khusus artinya setiap orang memiliki karakter tersendiri. Untuk mengetahuinya ada yang namanya tes kepribadian. Masih ingat dulu ketika zaman SMA ada salah satu sesi tiap minggunya, yaitu bimbingan konseling (BK).

Setiap minggunya ada guru BK yang mengisi jam dan meminta mengisi pertanyaan, kurang lebih pertanyaan-pertanyaan tentang diri sendiri. Itulah tes kepribadian sederhana yang saya kenal. Tes kepribadian itu adalah tes psikologi untuk mengetahui karakter dan jenis kepribadian seseorang, baik aspek kognitif atau emosi. Continue reading

**SAUM**

ramadhan

Saum (Bahasa Arab: صوم, transliterasi: Sauwm) secara bahasa artinya menahan atau mencegah. Menurut syariat agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.

Berpuasa (saum) merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Terdapat puasa wajib dan puasa sunnah, namun tata caranya tetap sama.
Sembunyikan
Perintah dalam Alquran
Continue reading

“ANTARA TA’ARUF, KHITBAH DAN NIKAH”

cincin pernikahan

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, Washshalatu Wassalamu ‘Ala sayyidil Mursalin.

Wa ‘alaa ‘Aalihi Wa Ashabihi ajmaien.
Amma Ba’du…

Dalam Islam, bentuk-bentuk

curahan kasih sayang dan cinta itu di berikan setelah melalui satu proses sakral yakni pernikahan.

Adapun beberapa tahapan yang perlu dilewati,
antara lain :

1. Ta’aruf (Perkenlan)
2. Khitbah (lamaran)
3. Nikah
4. Walimah

Ta’aruf (perkenalan).
Yang penting dari ta’aruf adalah saling mengenal antara kedua belah pihak, saling memberitahu keadaan keluarga masing-masing, saling memberi tahu harapan dan prinsip hidup, saling mengungkapkan apa yang disukai dan tidak disukai, dan seterusnya. Kaidah-kaidah yang perlu dijaga dalam proses ini intinya adalah saling menghormati apa yang disampaikan lawan bicara, mengikuti aturan pergaulan Islami, tak berkhalwat, tak mengumbar pandangan.

Bila belum berani bertatap muka langsung
(ya.. tentunya ditemani oleh mahramnya ^_^), dan anda bisa memilih alternatif berikut..

Yaitu dengan mencari tahu kepribadian calon pasangan dengan meminta teman kita ( pria-wanita ) untuk mengorek informasi dari orang-orang terdekatnya.

Informasi apa yang kira-kira perlu kita ketahui ?

Coba Titipkan pertanyaan ringan berikut..
Continue reading

“memahami kembali momentum fitrah dalam idul fitri”

idul fitri

Tatkala mendengar kata Idul Fitri, tentu dalam benak setiap orang yang ada adalah kebahagiaan dan hari kemenangan. Dimana pada hari itu, semua manusia merasa gembira dan senang karena telah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.

Dalam Idul Fitri juga ditandai dengan adanya ”mudik (pulang kampung)” yang notabene hanya ada di Indonesia. Selain itu, hari raya Idul Fitri juga kerap ditandai dengan hampir 90% mereka memakai sesuatu yang baru, mulai dari pakaian baru, sepatu baru, sepeda baru, mobil baru, atau bahkan istri baru (bagi yang baru menikah). Maklum saja karena perputaran uang terbesar ada pada saat Lebaran. Kalau sudah demikian, bagaimana sebenarnya makna dari Idul Fitri itu sendiri. Apakah Idul Fitri cukup ditandai dengan sesuatu yang baru, atau dengan mudik untuk bersilaturrahim kepada sanak saudara dan kerabat?.

Idul Fitri (kembali ke fitrah), ya suatu hari raya yang dirayakan setelah umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Dinamakan Idul Fitri karena manusia pada hari itu laksana seorang bayi yang baru keluar dari dalam kandungan yang tidak mempunyai dosa dan salah.

Idul Fitri juga diartikan dengan kembali ke fitrah (awal kejadian). Dalam arti mulai hari itu dan seterusnya, diharapkan kita semua kembali pada fitrah. Di mana pada awal kejadian, semua manusia dalam keadaan mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan. Dalam istilah sekarang ini dikenal dengan ”Perjanjian Primordial” sebuah perjanjian antara manusia dengan Allah yang berisi pengakuan ke Tuhan an, sebagaimana yang terekam dalam surah al-A’raf (7) ayat 172 : Continue reading